Followers

Diberdayakan oleh Blogger.

AKUNTANSI KAS

Diposkan oleh Arif Nurhuda Rabu, 26 Agustus 2009

  1. PENGERTIAN KAS

    Kas adalah harta yang dapat digunakan untuk membayar kegiatan operasional perusahaan atau dapat digunakan untuk membayar kewajiban saat ini. Wujud dari kas dpat berupa uang kertas/logam, simpanan bank yang sewaktu-waktu dapat ditarik, dana kas kecil, cek, bilyet giro, dsb. Item yang tidak dapat dikatakan kas adalah cek mundur, cek yang tidak cukup dananya/not sufficient fund (NSF) check, saldo dana yang kegunaannya dibatasi, saldo rekening koran yang diblokir.


     

  2. REKONSILIASI SALDO KAS

    Untuk pengendalian, kas dapat disimpan di bank dalam bentuk simpanan giro. Jika hal ini terjadi maka masing-masing fihak yaitu perusahaan (nasabah) dan bank akan melakukan pencatatan atas saldo dan perubahan dari saldo kas tersebut. Perusahaan melakukan pencatatan atas uang yang disimpan di bank di perkiraan (akun) cash atau cash in bank. Selanjutnya berdasarkan catatan bank, secara berkala bank biasanya mengirimkan laporan ke nasabah yang lazim disebut rekening koran (bank statement). Dengan demikian dapat dilakukan perbandingan antara data menurut perusahaan dengan informasi yang dilaporkan bank.

    Rekonsiliasi adalah tindakan membandingkan dua data untuk mencari kesesuaiannya. Jika rekening koran bank tersebut dibandingkan dengan catatan perusahaan, kemungkinan ada perbedaan yang dapat disebabkan oleh hal-hal sebagai berikut:

  • Transaksi sudah dicatat oleh perusahaan, tetapi belum dilaporkan oleh bank, seperti:
    • setoran dalam perjalanan (deposit in transit), yaitu setoran yang dilakukan oleh perusahaan (biasanya pada akhir suatu periode yang dicakup oleh rekening koran) dan uang setoran tersebut telah diterima oleh bank tetapi belum masuk dalam rekening koran bank karena rekening koran bank dibuat mendahului setoran tersebut.
    • Cek yang masih beredar (outstanding check), yaitu cek yang sudah dibuat dan diserahkan oleh perusahaan kepada penerima tetapi sampai akhir periode cek tersebut belum diuangkan di bank. Akibatnya perusahaan telah mencatat pengeluaran tetapi bank belum.
  • Transaksi sudah dilaporkan di rekening koran bank, tetapi belum dicatat oleh perusahaan, seperti:
    • Biaya bank, yang dibebankan kepada nasabah dengan cara langsung mengurangi saldo simpanan nasabah. Nasabah biasanya baru mengetahui hal itu pada saat menerima rekening koran.
    • Penerimaan tagihan oleh bank, jika bank telah menerima uang dari pelanggan perusahaan , kadangkala bank memberi tahu hal tersebut bersamaan dengan rekening koran.
  • Kesalahan, baik yang dilakukan oleh perusahaan maupun oleh bank, misalnya cek untuk membayar gaji sebesar Rp 192.000.000,00 oleh petugas akuntansi perusahaan dicatat sebesar Rp 129.000.000,00.


 

Berikut adalah ikhtisar tindakan dalam proses rekonsiliasi:


 

  • Transaksi sudah dicatat oleh salah satu pihak tetapi belum dicatat oleh pihak lain.


     

No. 

Item 

Keterangan

Perlakuan 

1. 

Setoran dalam perjalanan 

Perusahaan sudah mencatat penambahan kas tetapi bank belum melaporkan dalam rekening koran 

Saldo bank ditambah 

2. 

Cek yang sedang beredar 

Perusahaan telah mencatat sebagai pengeluaran kas tetapi bank belum mencatat

Saldo bank dikurangi 

3. 

Biaya bank 

Bank telah mengurangi saldo kas perusahaan, tetapi perusahaan belum mencatat 

Saldo kas menurut perusahaan dikurangi

4. 

Bunga/jasa giro 

Bank telah menambah saldo kas perusahaan, tetapi perusahaan belum mencatat 

Saldo kas menurut perusahaan ditambah

5. 

Debitur perusahaan menyetor ke rekening perusahaan di bank

Bank telah menambah saldo kas perusahaan, tetapi perusahaan belum mencatat 

Saldo kas menurut perusahaan ditambah 


 

  • Adanya kesalahan oleh bank atau oleh perusahaan.

No. 

Item 

Keterangan 

Perlakuan 

1. 

Penerimaan kas terlalu besar dicatat oleh perusahaan 

Saldo kas menurut perusahaan terlalu besar 

Saldo kas menurut perusahaan dikurangi 

2. 

Penerimaan kas terlalu besar dicatat oleh bank 

Saldo kas menurut bank terlalu besar

Saldo bank dikurangi 

3. 

Pengeluaran kas terlalu besar dicatat oleh perusahaan 

Saldo kas menurut perusahaan terlalu kecil 

Saldo kas menurut perusahaan ditambah 

4. 

Pengeluaran kas terlalu besar dicatat oleh bank 

Saldo kas menurut rekening koran terlalu kecil

Saldo kas menurut RK ditambah 

5. 

Debitur perusahaan menyetor ke rekening perusahaan di bank

Bank telah menambah saldo kas perusahaan, tetapi perusahaan belum mencatat 

Saldo kas menurut perusahaan ditambah 


 

  1. ILUSTRASI AKUNTANSI TRANSAKSI PERUSAHAAN DAN BANK

    Berikut ini adalah daftar transaksi antara bank dan perusahaan selama bulan tertentu:

Perusahaan 

Bank 

1. 

Salon Eliza didirikan dan Eliza setor uang ke Bank Rp 1.000

1. 

Menerima setoran dari Eliza Rp 1.000

2. 

Diterbitkan cek no. 1 untuk membayar beban sewa Rp 100

2.  

Membayar cek no. 1 

3. 

Menerima pembayaran piutang Rp 500 dan langsung disetor ke bank

3. 

Menerima setoran dari Salon Eliza Rp 500

4. 

Diterbitkan cek no. 2 untuk membayar honor 

  

5. 

 

5. 

Menerima setoran dari Tn. A untuk Salon Eliza Rp 300

6. 

 

6. 

Akhir bulan bank memberi jasa giro Rp 50 dan membebani Salon Eliza Rp 25 dan dibuat rekening koran.

7. 

Salon Eliza menyetor ke bank Rp 1.500

7. 

Bank menerima setoran dari Salon Eliza Rp 1.500 (belum masuk RK)


 


 


 


 


 

Jurnal yang dibuat oleh perusahaan dan bank adalah sebagai berikut:

Perusahaan 

Bank 

1. 

Kas di Bank 1.000

Modal Eliza 1.000

1. 

Kas 1.000

Giro-Salon Eliza 1.000

2. 

Beban Sewa 100

Kas di Bank 100 

2.  

Giro-Salon Eliza 100

Kas 100 

3. 

Kas di Bank 500

Piutang 500 

3. 

Kas 500

Giro-Salon Eliza 500

4. 

Biaya Honor 100

Kas di Bank 100 

4. 

 

5. 

 

5. 

Kas 300

Giro-Salon Eliza 300

6. 

 

6. 

Biaya bunga 50

Giro-Salon Eliza 50

Giro-Salon Eliza 25

Pendapatan adm 25 

7. 

Kas di Bank 1.500

Pendapatan 1.500

7. 

Kas 1.500

Giro-Salon Eliza 1.500


 


 

Buku besar Kas di Bank yang disusun oleh Eliza adalah sebagai berikut:


 

Kas di Bank

Tgl 

Uraian 

Debet 

Kredit 

Saldo 

D/K 

2007 

     

Des 1 

Penyetoran 

1.000

 

1.000

D 

2 

Cek No.1 

 

100 

900 

D 

10 

Setoran

500 

 

1.400

D 

15 

Cek No.2 

 

100 

1.300

D 

31 

Setoran 

1.500

 

2.800

D 


 

Buku besar Giro-Salon Eliza dan rekening koran untuk Salon Eliza yang disusun oleh bank adalah sebagai berikut:


 


 


 

Salon Eliza

Tgl 

Uraian 

Debet 

Kredit 

Saldo 

D/K 

2007 

     

Des 1 

Penyetoran

 

1.000

1.000

K

2 

Cek No.1 

100 

 

900 

K

10 

Setoran 

 

500 

1.400

K

15

Setoran Tn. A

 

300

1.700

K

31

Jasa Giro

 

50

1.750

K

 

Biaya Bank

25

 

1.725

K


 

  1. ILUSTRASI REKONSILIASI

    Rekonsiliasi dilakukan dengan melakukan langkah-langkah sebagai berikut:

    1. Transaksi yang dilaporkan di Rekening Koran sisi Kredit dibandingkan dengan transaksi yang dicatat di Buku Besar Kas di Bank sisi Debet. Maka akan didapat data sebagai berikut:
  • setoran Tn. A Rp 300 dan jasa giro Rp 50 belum dicatat oleh perusahaan, sehingga harus ditambahkan ke saldo menurut perusahaan.
  • Perusahaan sudah mencatat setoran Rp 1.500 tetapi di Rekening Koran belum ada, sehingga harus ditambahkan ke saldo bank sebagai setoran dalam perjalanan.
  1. Transaksi di sisi Debit Rekening Koran dibandingkan dengan sisi Kredit akun "Kas di Bank", maka akan menghasilkan:
  • Cek No. 2 sebesar Rp 200 belum tampak di Rekening Koran, sehingga cek tersebut harus dikurangkan ke saldo menurut Rekening Koran.
  • Di Rekening Koran telah ada biaya bank Rp 25, sementara di akun "Kas di Bank" belum ada, saldo menurut perusahaan harus dikurangi dengan biaya bank tersebut.


 

  1. ILUSTRASI BENTUK REKONSILIASI

    Hasil perbandingan di atas dituangkan sebagai berikut:


     


     


     


     


     


     


     

    Salon Eliza

    Rekonsiliasi Saldo Kas

    Untuk Bulan Desember 2007


     

    Saldo menurut Rekening Koran                    Rp1,725

    Ditambah: Setoran dalam Perjalanan                Rp1,500

                                        Rp3,225

    Dikurangi: Cek yang beredar                    Rp 100

                                    Rp3,125    


     

    Saldo menurut Perusahaan                    Rp2,800

    Ditambah: Setoran Tn. A                        Rp 300

            Jasa Giro                        Rp 50

                                        Rp3,150

    Dikurangi: Biaya Bank                        Rp 25

                                        Rp3,125


 

  1. ILUSTRASI JURNAL UNTUK MENCATAT HASIL REKONSILIASI

    Transaksi yang harus dijurnal adalah transaksi yang belum dicatat oleh perusahaan, yaitu:

Tanggal

Uraian

Debet 

Kredit 

2007

Des 31

Kas di Bank

Piutang

Jasa Giro 

350


 

300

50

 

Biaya Bank

Kas di Bank 

25


 

25


 

  1. DANA KAS KECIL

    Dana Kas Kecil adalah kas yang disediakan untuk membayar pengeluaran kecil. Terdapat dua metode pencatatan atas dana kas kecil yaitu:

    1. Metode Imprest Fund (Metode Saldo Tetap)

      Jika metode ini yang digunakan, maka di dalam buku besar disediakan satu rekening untuk mempertanggungjawabkan dana kas kecil. Saldo rekening ini tetap jumlahnya. Oleh karena itu jika ada pengeluaran kas kecil pengeluaran ini tidak dibuat jurnal. Jurnal pengeluaran dilakukan pada saat pengisian kembali (replenishment) yang biasanya dilakukan dengan menerbitkan cek sesuai bukti-bukti pengeluaran dari petugas kas kecil.

      Jika pada akhir tahun ada pengeluaran kas kecil yang belum diisi kembali, dengan sistem ini pengeluaran ini tentu belum dicatat, maka pada akhir tahun dibuat jurnal penyesuaian dengan men-debet biaya atau aset dan meng-kredit rekening "Kas Kecil". Selanjutnya pada awal tahun berikutnya jurnal penyesuaian ini dijurnal balik (direverse), agar pembukuan waktu pengisian kembali atas pengeluaran tersebut konsisten dengan pembukuan pada waktu yang lain.

      Akuntansi untuk dana kas kecil meliputi akuntansi saat pembentukan, pengisian kembali, dan ayat jurnal penyesuian jika pada akhir tahun ada pengeluaran yang belum diisi kembali.

      1. Misalkan perusahaan membentuk dana kas kecil dan menyerahkan sebuah cek nominal Rp 500 kepada petugas akuntansi khusus yang menangani kas kecil. Jurnal yang dibuat adalah:

Tgl. 

Akun

Debet 

Kredit 

Jan 31 

Kas Kecil

Kas 

500 


 

500 

  1. Petugas kas kecil mengeluarkan kas kecil untuk membeli supplies kantor Rp 200, membayar ongkos angkut barang yang dibeli Rp 150 serta biaya lain-lain Rp 75. petugas akan menerima bukti-bukti pengeluaran. Transaksi ini dicatat dalam catatan petugas tetapi tidak dalam bentuk jurnal.
  2. Karena uang hampir habis maka petugas kas kecil menyerahkan bukti-bukti pengeluaran sebesar Rp 425 ke bagian keuangan, kemudian petugas menerima cek sebesar Rp 425. Tindakan ini disebut pengisian kembali (replenishment). Jurnal yang dibuat:

Tgl. 

Akun

Debet 

Kredit 

Des 30 

Supplies Kantor

Transportation-in

Biaya Lain-lain

Kas  

200

150

75 


 


 


 

425 

  1. Pada akhir tahun petugas kas kecil mengeluarkan kas untuk biaya lain-lain sebesar Rp 50, namun belum diisi kembali, maka dibuat jurnal penyesuaian oleh bagian akuntansi sebagai berikut:

Tgl. 

Akun

Debet 

Kredit 

Des 31 

Biaya Lain-lain

Kas Kecil 

50


 

50 


 


 

  1. Pada awal tahun berikutnya dibuat jurnal balik sebagai berikut:

Tgl. 

Akun

Debet 

Kredit 

Des 31 

Kas Kecil

Biaya Lain-lain

50


 

50 


 

  1. Metode Saldo Berfluktuasi

    Jika metode ini yang digunakan, maka di dalam buku besar disediakan satu rekening untuk mempertanggungjawabkan dana kas kecil. Petugas kas kecil membuat catatan atas kas kecil. Untuk membuat jurnal dianalisis dengan seksama transaksi yang berkaitan dengan kas kecil. Pada hakikatnya hanya ada dua transaksi yaitu: (1) transaksi yang menambah Kas Kecil, dan (2) transaksi yang mengurangi Kas Kecil.

    Transaksi yang menambah kas kecil adalah transaksi pengisian kas kecil atau replenishment. Transaksi yang mengurangi kas kecil umumnya adalah untuk pembayaran biaya tertentu atau pembelian harta tertentu.

    Karena metode saldo berfluktuasi tidak dipakai oleh pemerintah, maka modul ini tidak memberikan ilustrasi rinci mengenai metode saldo berfluktuasi.


 

  1. PENYAJIAN DI NERACA

    Kas disajikan di neraca sebesar nilai nominal.


     

    SOAL LATIHAN

    PT Agung menyimpan uang di Bank Amal. Pada tanggal 31 Januari 2006 perusahaan menerima rekening Koran bulan Januari 2006. Saldo menurut rekening koran Rp 4.500.000,00 sementara itu saldo kas menurut perusahaan Rp 2.977.000,00. Setelah diteliti perbedaan tersebut disebabkan oleh:

    1. Terdapat setoran tanggal 31 Januari 2006 Rp 1.000.000,00 yang belum masuk dalam rekening koran;
    2. Cek yang sedang beredar Rp 500.000,00
    3. Sebuah cek untuk membayar hutang nominal Rp 252.000,00
    4. Dalam rekening Koran terdapat pengkreditan Rp 2.000.000,00 yang merupakan setoran pelanggan PT. Agung langsung ke Bank Amal
    5. Bank memberi bagi hasil Rp 100.000,00 pada perusahaan dan telah dikreditkan di rekening Koran
    6. Bank membebani perusahaan dengan biaya bank sebesar Rp 50.000,00


       

Diminta: Susun rekonsiliasi saldo kas dan buatlah jurnal yang diperlukan.

4 komentar

  1. Bank memberikan jasa giro Rp 74.000,- beban administrasi Rp 183.750,- dan membayar utang dagang kepada Toko Indah sebesar Rp 7.500.000,-
    Bagaimana jurnal penyesuaian nya ?

     
  2. UII Official Says:
  3. I would like to thank you for the efforts you have made in writing this article
    nice post, that's very interesting information thanks for sharing :)
    I introduce a Economics student in Islamic University of Indonesia Yogyakarta

    twitter : @profiluii

     
  4. yorry8112 Says:
  5. jawaban saya tetap ada selisih???

     
  6. yorry8112 Says:
  7. dari contoh di ataspun kayax anda salah memberikan ilustrasi bukanx dtransaksi no7 1500 pihak perusahan dan bank sama2 mencatatx kenapa menurut rekening koran 1725 bukankah seharusx 3225?? mengapa transksi itu harus masuk di setoran dalam perjalanan???? bukankah itu sudah tercatat di ke2 belah pihak?????

     

Poskan Komentar

Profil

Artikel Populer