Followers

Diberdayakan oleh Blogger.

Akuntansi untuk Ekuitas

Diposkan oleh Arif Nurhuda Senin, 14 September 2009

  1. PENGERTIAN EKUITAS

Ekuitas merupakan besarnya kepentingan/hak pemilik perusahaan pada harta perusahaan. Jika kita ingat kembali persamaan dasar akuntansi, sisi kiri merupakan harta dan sisi kanan merupakan hutang dan ekuitas. Sisi kiri merupakan sumber daya yang dikuasai perusahaan sedangkan sisi kanan menunjukkan besarnya kepentingan kreditor dan pemilik terhadap harta perusahaan. Besarnya kepentingan pemilik atas harta perusahaan disebut ekuitas.


 

  1. BENTUK PERUSAHAAN

Terdapat beberapa bentuk perusahaan yaitu perusahaan perorangan, persekutuan dan perseroan terbatas serta koperasi. Walaupun secara hukum perusahaan perseorangan tidak diakui sebagai entitas yang terpisah dengan pemiliknya, namun menurut pandangan akuntansi perusahaan perorangan terpisah dari pemiliknya. Perseroan terbatas menurut pandangan hukum merupakan entitas yang dapat melakukan kegiatan seperti manusia sehingga dapat dikatakan bahwa PT merupakan entitas buatan (artificial entity). Pada modul ini pembahsan ditekankan pada perseroan terbatas.


 

  1. KARAKTERISTIK PERSEROAN TERBATAS

Jika dilihat dari sudut pandang akuntansi PT adalah suatu perusahaan yang kepemilikannya diwujudkan dengan saham. Saham merupakan sertifikat yang dikeluarkan oleh perseroan. Seseorang atau lembaga yang ikut serta menyerahkan sumber daya (harta) ke perseroan akan diberikan saham. Mereka disebut pemegang saham.


 

  1. JENIS-JENIS SAHAM

Perseroan kadangkala menerbitkan saham biasa dan saham prioritas. Saham prioritas memiliki kelebihan dibanding dengan saham biasa, misalkan dalam pembagian dividen atau dalam hal terjadi likuidasi. Dividen adalah pembagian sesuatu kepada para pemegang saham. Karena memiliki karakteristik yang sedikit berbeda, akuntansinya biasanya dipisah antara saham biasa dengan saham prioritas/preferen.


 

  1. PENERBITAN SAHAM

Karena adanya proses penerbitan saham maka status saham dapat bermacam-macam yaitu :

  1. Saham yang sudah diotorisasi
  2. Telah dipesan tetapi belum diserahkan ke pembeli
  3. Beredar yaitu telah dijual diserahkan kepada para pemegang saham
  4. Dibeli kembali dan disimpan oleh perusahaan
  5. Dibatalkan


 

  1. PENJUALAN SAHAM SECARA TUNAI

Jika dilihat dari nilai yang ditetapkan suatu saham, terdapat tiga jenis saham yaitu : (1) Saham dengan nilai nominal, disurat saham ditulis nilai nominalnya. (2) Saham dengan nilai ditetapkan, di dalam surat saham tidak ditulis nilai nominalnya namun perusahaan menetapkan nilainya. (3) Saham tanpa nilai nominal dan nilai yang ditetapkan

  1. Saham dengan nilai nominal

Untuk daham yang bernilai nominal atau niali yang ditetapkan, akuntansinya sama yaitu rekening modal saham akan dikredit sebesar nilai nominal atau nilai yang ditetapkan. Jika ada selisih antara nilai yang ditetapkan/nominal dengan uang yang diterima, selisih tersebut dicatat sebagai diskon (jika harga jual saham < nilai nominal saham) atau agio jika sebaliknya. Misalkan perusahaan menjual 1000 saham biasa yang nilai nominalnya adalah Rp10.000,00 tunai. Jurnal yang dibuat adalah sebagai berikut :


 

  1. Harga jualnya Rp10.000,00 per lembar

Tgl 

Akun

Debit 

Kredit 

 

Kas 

10.000.000 

 
 

Modal Saham 

 

10.000.000 


 

  1. Harga jualnya Rp10.000,00 per lembar

Tgl 

Akun

Debit 

Kredit 

 

Kas 

11.000.000 

 
 

Modal Saham

 

10.000.000 

 

Agio Saham 

 

1.000.000 


 

  1. Harga jualnya Rp9.500,00 per lembar

Tgl 

Akun

Debit 

Kredit 

 

Kas 

9.500.000 

 
 

Disagio Saham 

500.000 

 
 

Modal Saham 

 

10.000.000 


 

  1. Saham tanpa nilai nominal

Untuk saham tanpa nilai nominal/ditetapkan, rekening modal saham akan dikredit sebesar uang yang diterima tersebut. Misalkan perusahaan menjual 1000 saham biasa tanpa nilai nominal tunai. Jurnal yang dibuat adalah sebagai berikut :

  1. Harga jualnya Rp 10.000,00 per lembar

Tgl 

Akun

Debit 

Kredit

 

Kas 

10.000.000 

 
 

Modal Saham 

 

10.000.000 


 

  1. Harga jualnya Rp 10.000,00 per lembar

Tgl 

Akun

Debit 

Kredit 

 

Kas 

11.000.000 

 
 

Modal Saham 

 

11.000.000 


 

  1. Harga jualnya Rp 9.500,00 per lembar

Tgl 

Akun

Debit 

Kredit 

 

Kas 

9.500.000 

 
 

Modal Saham 

 

9.500.000 


 


 


 


 

  1. PENJUALAN SAHAM DENGAN DITUKAR DENGAN HARTA NON KAS

Jika saham diterbitkan perusahaan sebagai pembayaran atas perolehan harta non cash seperti aktiva tetap, pertukaran ini akan dicatat sebesar harga pasar dari saham atau harga pasar aktiva tetap yang diperoleh mana yang lebih dapat diandalkan. Misalkan perusahaan membeli sebidang tanah dengan menyerahkan 2000 lembar saham yang nilai nominalnya adalah Rp10.000,00 per lembar. Harga pasar tanah sebesar Rp30.000.000,00, ayat jurnal yang dibuat adalah :

Tgl 

Akun

Debit 

Kredit 

 

Tanah

30.000.000

 
 

Modal Saham 

 

20.000.000

 

Agio Saham 

 

10.000.000


 


 

  1. PENJUALAN SAHAM DENGAN PEMBAYARAN SECARA BERTAHAP

Jika saham dijual dengan pembayaran bertahap atau dengan pesanan, saham mestinya baru diserahkan setelah harga saham dilunasi oleh pemesan saham. Pada saat perusahaan menerima pesanan saham, perusahaan akan mencatat piutang pemesanan saham dan jika menerima ung rekening piutang dikredit. Setelah lunas, saham diserahkan ke pemesan. Misalkan perusahaan pada tanggal 1 April 2003 menjual 1.000 lembar saham biasa dengan nominal Rp10.000,00 per lembar dengan hraga Rp 11.000,00 per lembar. Saat itu diterima kas 50% dari harga jualnya. Sisanya dibayar dua kali yaitu pada tanggal 1 Mei dan 1 Juni. Pada tanggal 1 Juni saham diserahkan ke pemesan. Jurnal yang dibuat adalah sebagai berikut :


 

Tgl 

Akun

Debit 

Kredit 

2003

April 1


 

Piutang pemesanan Saham


 

11.000.000

 
 

Saham yang dipesan

 

10.000.000

 

Agio Saham

 

1.000.000

April 1

Kas

5.500.000

 
 

Piutang pemesanan saham

 

5.500.000 

Mei 1

Kas

2.750.000

 
 

Piutang pemesanan saham

 

2.750.000 

Juni 1

Kas

2.750.000

 
 

Piutang pemesanan saham

 

2.750.000 

 

Saham yang dipesan

10.000.000

 
 

Modal Saham

 

10.000.000 


 

  1. DIVIDEN SAHAM BIASA DENGAN SAHAM PREFEREN

    Jika perusahaan telah memutuskan membayar dividen dan saham yang beredar terdiri dari saham biasa dan saham preferen, dividen itu harus dialokasikan ke para pemegang saham biasa dan saham preferen.


    1. Terdapat saham preferen non kumulatif. Saham preferen non kumulatif adalah saham preferen yang jika dividen satu tahun tidak dibayar, maka jumlah dividen ini tidak wajib dibayar pada tahun-tahun berikutnya. Misalkan dividen saham preferen tahun 2000 tidak dibayar, maka jika pada tahun 2001 ada pembagian dividen tahun 2001 maka dividen tahun 2000 tidak dibayar. Untuk mengetahui alokasi dividen berikut contoh sebagai berikut :

      PT ABC telah menerbitkan 10.000 lembar saham biasa dan 5.000 lembar 5% saham preferen nominal Rp10.000,00 per lembar. Pada tahun 2000 dan 2001 perusahaan tidak membayar dividen kepada para pemegang saham preferen. Pada tahun 2002 perusahaan mengumumkan dividen tunai sebesar Rp6.000.000,00. Dividen ini akan dialokasikan sebagai berikut :

Dividen

Tahun/keterangan 

Saham Preferen 

Saham Biasa 

Jumlah 

2000 

0 

0 

0 

2001 

0 

0 

0 

2002 

2.500.000 

7.500.000 

10.000.000 

Dividen Per Lembar 

500 

750 

 


 

  1. Terdapat saham preferen kumulatif

PT ABC telah menerbitkan 10.000 lembar saham biasa dan 5.000 lembar 5% saham preferen kumulatif nominal Rp10.000,00 per lembar. Pada tahun 2000 dan 2001 perusahaan tidak membayar dividen kepada para pemegang saham preferen. Pada tahun 2002 perusahaan mengumumkan dividen tunai sebesar Rp6.000.000,00. Dividen ini akan dialokasikan sebagai berikut :


 

Dividen

Tahun/keterangan 

Saham Preferen 

Saham Biasa 

Jumlah 

2000 

2.500.000 

0 

0 

2001 

2.500.000 

0 

0 

2002 

2.500.000 

2.500.000 

10.000.000 

Dividen Per Lembar 

1.500 

250 

 


 

  1. PEMBAYARAN DIVIDEN TUNAI

    Ada beberapa transaksi yang berhubungan dengan pembayaran dividen , yaitu pada saat pengumuman, pencatatan nama pemegang saham dan saat pembayaran. Misalkan PT ABC dalam contoh di atas mengumumkan dividen tunai pada tanggal 1 April 2003 sebesar Rp10.000.000,00 yang dibayar pada tanggal 21 April untuk para pemegang saham yang tercatat pada tanggal 12 April 2003. Jurnal yang dibuat adalah :

Tgl 

Akun

Debit 

Kredit 

2003

April 1


 

Dividen


 

11.000.000

 
 

Hutang Dividen

 

10.000.000

April 12

Tidak ada jurnal

  
    

April 21

Hutang dividen

10.000.000

 
 

Kas

 

10.000.000 


 


 

  1. DIVIDEN SAHAM

    Kadangkala perusahaan membagi saham perusahaan kepada para pemegang saham. Misalkan PT ABC yang telah menerbitkan 10.000 lembar saham pada tanggal 2 April 2003 mengumumkan pembagian dividen saham sebesar 10%. Nominal saham perusahaan Rp10.000,00 dan pasar diperdagangkan dengan harga Rp11.000,00. Saham akan dibagi pada tanggal 25 April 2005. Jurnal yang dibuat sehubungan dengan dividen saham tersebut adalah :


     


     

Tgl 

Akun

Debit 

Kredit 

2003

April 2


 

Dividen Saham


 

11.000.000

 
 

Saham yang akan dibagi

 

10.000.000

 

Agio Saham 

 

1.000.000 

    

April 21

Saham yang akan dibagi

10.000.000

 
 

Modal Saham

 

10.000.000 


 


 

  1. PROPERTY DIVIDEND

    Property Dividen adalah pembagian ke pemegang saham dalam bentuk harta selain kas. Misalnya saham perusahaan lain. Saham perusahaan lain ini merupakan investasi. Sebagai contoh PT ABC memiliki 1000 lembar saham PT Amanah dengan harga beli Rp10.000.000,00. Pada tanggal 5 April 2003, saham PT Amanah akan dibagikan kepada para pemegang saham PT ABC. Harga pasar saham PT Amanah saat itu Rp12.000.000,00. Jurnal pembagian saham tersebut adalah :

Tgl 

Akun

Debit 

Kredit 

2003

April 5


 

Dividen Property


 

12.000.000

 
 

Investasi pada Surat Berharga

 

10.000.000

 

Laba Pelepasan Saham Investasi 

 

2.000.000 


 


 

  1. PEMBATASAN SALDO LABA

    Saldo laba yang besar dapat dijadikan dasar untuk membayar dividen. Untuk tujuan tertentu kadangkala saldo laba ini dibatasi agar ridak dibagi dalam bentuk dividen. Pembatasan ini dilakukan untuk beberapa tujuan seperti melindungi kreditor jika perusahaan membeli kembali saham perusahaan. Membeli saham sendiri hakekatnya sama dengan mengembalikan uang kepada pemilik. Karena yang berkepentingan terhadap harta perusahaan adalah kreditor dan pemilik, jika perusahaan mengembalikan uang ke pemilik, kreditor akan terancam kepentingannya. Oleh karena itu pembayaran dividen yang hakekatnya pengembalian harta ke pemilik perlu dibatasi dengan cara mengikat (membatasi) saldo laba. Sebagai contoh pada tanggal 2 Januari 2003 perusahaan telah membeli saham sendiri dengan harga Rp10.000.000,00. Kemudian perusahaan mengikat laba ditahan sebesar Rp10.000.000,00 dengan jurnal :


     

Tgl 

Akun

Debit 

Kredit 

2003

Januari 1


 

Saldo laba


 

10.000.000

 
 

Saldo laba yang terikat

 

10.000.000


 

Jika pada tanggal 1 Maret 2003 saham perbendaharaan ini dijual kembali, maka jurnal di atas dibalik sebagai berikut :

Tgl 

Akun

Debit 

Kredit 

2003

Maret 1


 

Saldo laba yang terikat


 

10.000.000

 
 

Saldo laba

 

10.000.000


 


 

2 komentar

  1. Dear Sir,

    bagaimana cara kita untuk dapat memahami akuntansi, sementara basic kita tak ada, betul2 blank

     
  2. UII Official Says:
  3. I would like to thank you for the efforts you have made in writing this article
    nice post, that's very interesting information thanks for sharing :)
    I introduce a Economics student in Islamic University of Indonesia Yogyakarta

    twitter : @profiluii

     

Poskan Komentar

Profil

Artikel Populer